Musashi karya Eiji Yoshikawa

Karena waktu itu ada kejuaraan UKDW Taekwondo Open Championship,maka blog belum sempet di update.


Maaf sebesar-besarnya pada para pembaca, karena telat posting, blogwalking balik dan sebagainya.Untuk membuat senyum para pengunjung blog ini melebar lagi.Aku mau me review sebuah buku yang berkesan.Buku itu adalah sebuah novel.Ya, novel yang berjudul Musashi karya Eiji Yoshikawa.

Data buku
Harga : Rp. 190.000,-
Ukuran : 15 x 23 cm
Tebal : 1248 halaman
Terbit : Januri 2001

Novel ini dibeli sama sang ayah kira-kira sebulan lalu.
Oh ya, ini ada sinopsisnya (sori kelupaan).Ini dia sinopsisnya.

Miyamoto Musashi adalah anak desa yang bercita-cita menjadi samurai sejati. Di tahun 1600 yang penuh pergolakan itu, ia menceburkan diri ke dalam Pertempuran Sekigahara, tanpa menyadari betul apa yang diperbuatnya. Setelah pertempuran berakhir, ia mendapati dirinya terbaring kalah dan terluka di tengah ribuan mayat yang bergelimpangan.

Dalam perjalanan pulang, ia melakukan tindakan gegabah yang membuatnya menjadi buronan hingga seorang pendeta Zen berhasil menaklukkannya. Otsu, gadis cantik yang mengaguminya, membebaskan Musashi dari hukumannya, tapi Musashi kembali tertangkap. Selama tiga tahun ia mesti menjalani kehidupan mengasingkan diri, dan masa-masa itu dipergunakannya untuk menyelami karya-karya klasik Jepang dan Cina.

Setelah bebas kembali, ia menolak diberi jabatan sebagai samurai. Selama beberapa tahun berikutnya, ia mengejar cita-citanya dengan tekad penuh mengukuti Jalan Pedang, dan menjadi samurai sejati. Lambat laun ia mengerti bahwa mengikuti Jalan Pedang bukan sekedar mencari sasaran untuk mencoba kekuatannya. Ia terus mengasah kemampuan, belajar dari alam dan mendisiplinkan diri untuk menjadi manusia sejati. Ia menjadi pahlawan yang tidak mau menonjolkan diri bagi orang-orang yang hidupnya telah ia sentuh atau telah menyentuh dirinya. Ujian puncak baginya adalah ketika ia harus bertarung melawan Sasaki Kojiro, saingan terberatnya yang masih muda dan sangat tangguh. Mereka akan mengadu kemampuan, dan Musashi ingin membuktikan bahwa kekuatan dan keterampilan bukan satu-satunya yang bisa diandalkan untuk menentukan kemenangan.
Itu sinopsis yang terpampang di belakang cover bukunya.

Sekarang aku tampilkan berbagai screenshot bukunya(kualitas gambarnya gak begitu bagus.Soalnya buru-buru pakai kamera HP).

Ini cover depannya.

Gambar cover belakangnya.Gak jauh beda sama cover depannya, cuma ada sinopsisnya aja.


Ketebalannya bener-bener enggak nahan tebelnya *hehehe*.

Acara selanjutnya adalah menampilkan profil penulis buku.Yaitu Bapak Eiji Yoshikawa.Silahkan bapak naik ke atas panggung.
Nama aslinya Hidetsugu Yoshikawa, lahir pada tahun 1892 di dekat Tokyo. Ia berasal dari keluarga samurai miskin. Kesulitan keuangan dalam keluarganya menyebabkan Yoshikawa terhenti sekolah di SD. Ia lalu bekerja macam-macam untuk bisa hidup, termasuk bekerja di galangan kapal. Usia 19 tahun ia pindah keTokyo dan mulai menulis senryu atau haiku lucu. Haiku ialah puisi pendek khas Jepang yang sangat indah. Sesudah dua tahun menjadi reporter di Maonichi Shimbun, ia memantapkan diri menjadi novelis profesional. Berbagai jenis novel ditulisnya : humor, thriller, roman. Tidak jarang ia menulis sekaligus tiga novel. Semuanya ditulis menggunakan nama samaran, sebelumnya akhirnya ia memutuskan memakai nama samaran Eiji. Sejak tahun 1930, terjadi perubahan pada gaya penulisannya. Ia mengekspresikan pandangan-pandangan zamannya dengan setting masa lampau atau sejarah. Selama perang dengan Cina, ia menulis laporan-laporan perjalanan. Dan sementara itu ia menyelesaikan terjemahan/adaptasi kisah populer Cina, Kisah tentang Tiga Kerajaan. Sampai saat meninggalkannya pada tahun 1962, Eiji Yoshikawa menjadi salah satu novelis terkenal dan paling disukai di Jepang.
Novel ini mengandung unsur semangat dalam menjalani hidup karena semasa hidupnya Musashi mendapatkan banyak masalah, yang belum tentu orang yang hidup di jaman sekarang ini bisa mempunyai semangat juang yang begitu tinggi untuk menghadapi masalahnya.Didalamnya ada kalimat-kalimat yang mengandung pesan tersembunyi.Berikut ini adalah contoh dari kalimat-kalimat itu :

Sekalipun dalam batas-batas tertentu ia puas karena tidak harus bertempur melawan orang asing itu, namun ia sama sekali tidak merasa senang.Menurut pengertiannya, dengan mengambil jalan itu muridnya akan menilai rendah kemampuannya.Ia pun terkenang bagaimana ia telah mengabaikan latihan sejak menginggalnya ayahnya.
Dapat dipetik kesimpulan yaitu : Orang tidak akan merasa senang dengan mengambil jalan yang dapat diartikan curang.Karena hal itu akan membekas terus di pikiran dan akan merasa menyesal.(Jika ada yang punya kesimpulan lain silakan di keluarkan di kolom komentar).

Masih banyak lagi kalimat-kalimat yang mengandung amanat tersembunyi.Itu aja baru enggak ada seperempatnya udah nemuin.(Aku baru baca sampai halaman 243)

Jika ada yang tertarik beli saja di gramedia.

Sekian dulu....
__________________________________________________

Sumber-sumber :
Data-data buku, sinopsis, profil penulis : dari www.gramedia.com
Foto-foto buku : HP sendiri

Selebihnya mengetik sendiri
u comment i follow
Bookmark and Share
Dapatkan Artikel terbaru dari blog ini, langsung ke e-mail anda dengan berlangganan disini.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Powered by FeedBurner

Sudah Baca Yang Ini ?



Comments :

2 comments to “Musashi karya Eiji Yoshikawa”

hanny mengatakan...
on 

tetap semangat blogging...keep up the good work =)

Dek Yusron mengatakan...
on 

keren artikelnya sangat bermanfaat please komen balik ya.... di

Kegiatan Sholat Dhuha Di Sekolah Ku

Posting Komentar

Blog ini DoFollow.
Jadi silahkan berkomentar disini.

Yang penting komentar bukan Spam,Porno,maupuun berunsur SARA.Jika ada yang seperti itu akan langsung dihapus.


Mau punya buku tamu seperti ini?
Klik di sini (Info Blog)

Friends

 

Copyright © 2009 by Rahad 2 Six